CrossFire resmi diluncurkan di Indonesia, langsung adakan turnamen esports Rp1,1 miliar untuk tim dan gamer terbaik se-Asia Tenggara.
CrossFire kembali menyapa para penggemar game FPS di Indonesia dengan langkah agresif. Tak sekadar resmi dirilis, gim legendaris ini langsung tancap gas lewat turnamen esports berhadiah fantastis Rp1,1 miliar.
Turnamen ini menunjukkan komitmen CrossFire dalam mengembangkan ekosistem esports di Indonesia sekaligus memberikan kesempatan bagi para gamer lokal untuk berprestasi. Di bawah ini, Anda bisa menemukan berbagai informasi menarik seputar INFORMASI ESPORT INDONESIA.
CFLC 2025–2026 Resmi Masuki Fase Asia Tenggara
Turnamen CrossFire: Legends Championship (CFLC) 2025–2026 resmi memasuki tahap regional Asia Tenggara, menghadirkan tim-tim unggulan dari Indonesia, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Seluruh pertandingan berlangsung secara online dengan total hadiah mencapai USD 70.000 atau sekitar Rp1,1 miliar, menjadikannya salah satu kompetisi terbesar CrossFire: Legends di kawasan ini.
Ajang ini juga menandai kejuaraan regional perdana yang akan menentukan juara CrossFire: Legends pertama di Asia Tenggara, menjadi tonggak penting bagi perkembangan esports mobile FPS di wilayah tersebut.
Perjalanan Panjang Dari Kualifikasi Terbuka
Rangkaian CFLC dimulai sejak November 2025 dengan format kompetisi bertingkat. Sepenuhnya digelar secara daring untuk memberi kesempatan seluas-luasnya bagi tim dari berbagai negara.
Tahap awal, yaitu CFLC Open Qualifiers, berlangsung pada 20–23 November 2025 dan diikuti oleh tim dari Indonesia, Filipina, Thailand, dan Malaysia. Dari babak ini, empat tim terbaik dari masing-masing negara lolos ke National Qualifiers pada 10–14 Desember 2025.
Menjadi momen penting bagi tim-tim baru untuk membuktikan kemampuan mereka dan memperebutkan tempat di level nasional.
Baca Juga: Dari Nol hingga Mendunia! Inilah Sejarah Geek Fam yang Jarang Diketahui
Final Nasional Tarik Puluhan Ribu Penonton
Di babak National Qualifiers, tim-tim yang lolos dari kualifikasi awal harus bertanding melawan tim profesional undangan. Total hadiah yang disediakan mencapai USD 24.600 atau sekitar Rp411 juta, menambah ketegangan dan daya tarik setiap pertandingan.
Final nasional berlangsung pada 20 Desember 2025 untuk Indonesia dan Malaysia. Serta 21 Desember 2025 untuk Filipina dan Thailand, dengan lebih dari 56.000 penonton menyaksikan pertandingan secara live.
Dari fase ini, dua tim terbaik dari setiap negara berhasil memastikan tiket mereka ke babak regional Asia Tenggara.
Pertarungan Regional Menuju Juara Pertama Asia Tenggara
Fase regional berlanjut dengan CFLC Group Stage yang berlangsung dari 7 Januari hingga 1 Februari 2026. Sepuluh tim terbaik bertanding.
Termasuk EVOS dan PRMX (Indonesia), KDM dan VF (Filipina), eArena dan FullSense (Thailand), TXD dan O2 (Malaysia), serta EVO dan HF (Vietnam). Pertandingan menggunakan format BO1, BO3, dan BO5 untuk menguji konsistensi, strategi, dan ketahanan mental para tim.
Dengan total hadiah lebih dari USD 45.500 atau sekitar Rp761 juta. Puncak turnamen akan digelar pada CFLC Semi Finals tanggal 7 Februari 2026, dilanjutkan Grand Finals pada 8 Februari 2026, di mana satu tim akan menjadi juara CrossFire: Legends Asia Tenggara pertama dan menandai babak baru bagi esports mobile FPS di kawasan ini.
Simak informasi dan berita terbaru seputar dunia esports Indonesia hanya di INFORMASI ESPORT INDONESIA.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari inet.detik.com
- Gambar Kedua dari esports.merahputih.com
